Pages

Lencana Facebook

Budidaya Kunyit

A. Klasifikasi

Divisio : Spermatophyta
Sub-diviso : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zungiberaceae
Genus : Curcuma
Species : Curcuma domestica Val.

B. Deskripsi

Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.
Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman obat potensial, selain sebagai bahan baku obat juga dipakai sebagai bumbu dapur dan zat pewarna alami. Berdasarkan hasil survei tahun 2003, kebutuhan rimpang kunyit berdasarkan jumlahnya yang diserap oleh industri obat tradisional di Jawa Timur menduduki peringkat pertama dan di Jawa Tengah termasuk lima besar bersama-sama dengan bahan baku obat lainnya. Rimpangnya sangat bermanfaat sebagai antikoagulan, menurunkan tekanan darah, obat cacing, obat asma, penambah darah, mengobati sakit perut, penyakit hati, karminatif, stimulan, gatal-gatal, gigitan serangga, diare, rematik. Kandungan utama di dalam rimpangnya terdiri dari minyak atsiri, kurkumin, resin, oleoresin, desmetoksikurkumin, dan bidesmetoksikurkumin, damar, gom, lemak, protein, kalsium, fosfor dan besi. Zat warna kuning (kurkumin) dimanfaatkan sebagai pewarna untuk makanan manusia dan ternak. Kandungan kimia minyak atsiri kunyit terdiri dari ar-tumeron, α dan β-tumeron, tumerol, α-atlanton, β-kariofilen, linalol, 1,8 sineol. Teknologi budidaya yang mengikuti anjuran, dengan mengacu kepada penerapan SPO yang tepat, produksi rimpang kunyit segar mencapai 11 ton/ha, dengan kadar kurkumin 8 – 11%.
C. Persyaratan Tumbuh
Tumbuh baik pada tanah jenis latosol, aluvial dan regosol, ketinggian tempat 240 – 1200 m di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan 2000 – 4000 ml/tahun. Kunyit juga dapat tumbuh di bawah tegakan tanaman keras seperti sengon, jati yang masih muda sekitar umur 3 – 4 tahun, dengan tingkat naungan tidak lebih dari 30%.
D. Bahan Tanaman
Bahan tanaman harus tepat dan jelas nama jenis, varietas dan asal usulnya. Kunyit (Curcuma domestica Val.; turmeric) termasuk tumbuhan berbatang semu, basah yang dibentuk dari pelepah daun. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 m, berbunga majemuk berwarna putih sampai kuning muda. Berdaun tunggal, berbentuk lanset lebar, ujung dan pangkalnya runcing, tangkainya panjang, tepinya rata, bertulang menyirip, panjangnya 20 – 40 cm, lebar 8 – 12,5 cm, warna hijau pucat. Tanaman menghasilkan rimpang berwarna kuning jingga, kuning jingga kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan. Rimpang terdiri dari rimpang induk dan anak rimpang, rimpang induk berbentuk
bulat telur, disebut empu atau kunir lelaki. Anak rimpang letaknya lateral dan bentuknya seperti jari, panjang rimpang 2 – 10 cm, diameter 1 – 2 cm. Selain jenis dan varietas yang jelas, bahan tanaman berasal dari rimpang yang sehat dari tanaman yang sehat berumur 11 – 12 bulan, untuk benih daunnya harus sudah mengering (masuk periode senescens).
Hasil seleksi dan uji daya adaptasi diberbagai lingkungan tumbuh telah diperoleh 10 nomor harapan kunyit dengan potensi produksi masingmasing Cudo 21 (18 – 25 ton/ha), Cudo 38 (18 – 25 ton/ha) dan kadar kurkumin Cudo 21 (8,70 %), Cudo 38 (11 %) dan siap dilepas sebagai varietas unggul.

E. Pembenihan

Untuk benih bisa menggunakan rimpang induk dan anak rimpang. Rimpang induk digunakan seperempat bagian (satu rimpang induk dibelah menjadi empat bagian membujur), sedangkan anak rimpang, dengan ukuran 15 – 20 g/potong. Sebelum ditanam benih ditumbuhkan dahulu sampai mata tunasnya tumbuh dengan tinggi tunas 0,5 - 1 cm, sehingga diperoleh tanaman yang seragam.

F. Budidaya

Penerapan teknologi budidaya yang mengacu kepada SPO yang dimulai dari pemilihan jenis, varietas unggul/harapan, lingkungan tumbuh, pembenihan, pengolahan lahan, cara tanam, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, cara panen dan pengolahan pasca panen akan menghasilkan bahan baku yang bermutu tinggi dan terstandar. Penanaman dilakukan pada awal musim hujan.
 Persiapan lahan : Tanah diolah agar menjadi gembur, diupayakan agar drainase sebaik mungkin, sehingga tidak terjadi penggenangan air pada lahan, oleh karena itu perlu dibuat parit-parit pemisah petak. Ukuran petak, lebar 2 – 3 m dengan panjang petak disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
 Jarak tanam : Jarak tanam kunyit bervariasi antara 50 cm x 40 cm, 50 cm x 50 cm, 40 cm x 40 cm atau 50 cm x 60 cm, pada sistem budidaya monokultur. Apabila tanaman akan ditanam secara pola tumpang sari dengan tanaman sisipan kacang tanah atau cabe rawit, maka jarak tanamnya menggunakan 75 cm x 50 cm.
 Pola tanam : Tanaman kunyit bisa juga ditanam dengan sistem pola tumpangsari dengan kacang tanah, dengan menggunakan jarak tanam antar barisan lebih lebar yaitu 75 cm dan jarak dalam barisan 50 cm. Tanaman kacang tanah atau cabe rawit ditanam bersamaan dengan menanam kunyit, pada umur 3 BST kacang tanah sudah dapat dipanen dan umur 2 bulan cabe rawit sudah mulai menghasilkan. Tumpang sari dengan kacang tanah dapat menambah kesuburan tanah khususnya dapat menambah unsur N tanah. 
 Pemupukan : Pupuk kandang 10 – 20 ton/ha sebagai pupuk dasar diberikan pada saat tanam. Pupuk Urea, SP-36 dan KCl, dengan dosis masingmasing 100 kg, 200 kg dan 200 kg/ha untuk pola monokultur, serta 200 kg/ha, untuk pola tumpangsari. Pupuk SP-36 dan KCl diberikan pada saat tanam dan Urea diberikan menjadi 2 agihan yaitu pada umur 1 dan 3 bulan setelah tanaman tumbuh. 
 Pemeliharaan :Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan dan pembumbunan, untuk menghindari adanya kompetisi perolehan zat hara dengan gulma dan menjaga kelembaban, suhu dan kegemburan tanah. Pembumbunan dilakukan juga untuk memperbaharui saluran drainase pemisah petak, tanah dinaikkan ke petak-petak tanam, biasanya dilakukan setelah selesai penyiangan. Pengendalian organisme pengganggu tanaman Jarang terjadi serangan hama dan penyakit. Namun untuk menghindari munculnya serangan perlu diantisipasi dengan cara pencegahan. Tindakan-tindakan untuk mencegah masuknya benih penyakit busuk rimpang yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum, dilakukan dengan cara penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (antibiotik), menghindari pelukaan (rimpang diberi abu sekam), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat, inspeksi kebun secara rutin.

G. Panen

 Umur panen : Panen yang tepat berdasarkan umur tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, yaitu pada tanaman umur 10 – 12 bulan setelah tanam, biasanya daun mulai luruh atau mengering. Dapat pula dipanen pada umur 20 – 24 bulan setelah tanam.
 Cara panen : Panen dilakukan dengan cara menggali dan mengangkat rimpang secara seluruhan.

H. Pasca Panen

Pembersihan/pencucian Rimpang hasil panen dicuci dari tanah dan kotoran, kemudian dikering anginkan sampai kulit tidak basah lagi. Perajangan rimpang Setelah itu, rimpang diiris dengan irisan membujur dengan ketebalan setipis mungkin lebih kurang 2 mm.


I. Khasiat Kunyit

Jarang-jarang sekali dapat kita temui sebuah taman kampung di kawasan tropika yang tidak ditumbuhi pokok berdaun besar yang merupakan anggota famili halia ini. Nama saintifiknya ialah Curcuma longa, manakala dalam bahasa Inggeris biasa pula ia dipanggil Turmeric. Batangnya yang seakan akar, dipanggil rizom, ditumbuhi akar serta tunas, dan dan mudah dikenali dengan warna kuning/jingga. Batang berakar inilah yang menjadi bahan utama untuk dijadikan serbuk kari. Malah, rasa kunyit inilah yang memberikan rasa utama yang terdapat pada serbuk rempah yang menjadi ramuan asas bagi kebanyakan juadah Asia, manakala bahan rempah lain hanya menghasilkan kebanyakannya rasa pedas-pedas sahaja. Kunyit merupakan contoh terbaik satu keadaan yang mana garis pemisah di antara herba bahan masakan dan herba ubatan adalah amat halus sekali. Di samping menghasilkan perisa dan warna kepada pelbagai gulai, secara serentak sifat antipengoksidanya melindungi sistem pencernaan anda daripada toksin (bahan beracun) dan asid lemak berbahaya yang terkandung dalam makanan, serta membantu sistem imun anda untuk menentang jangkitan dan meredakan masalah radang lebihan dalam keseluruhan tubuh anda. Dari segi ini, penggunaan Kunyit dalam masakan kari dan pelbagai jenis gulai lain di Asia sepastinya tidak berlaku secara kebetulan, terutamanya memandangkan bahawa cuaca di negara tropika yang kebanyakannya
panas dan lembap menyebabkan makanan yang dimasak boleh menjadi basi dalam tempoh hanya beberapa jam sahaja. Pigmen kuning yang terdapat pada Kunyit terhasil daripada kandungan utamanya, curcumin, yang juga merupakan ramuan ubatannya yang paling aktif. Ramuan inilah yang telah menjadikan Kunyit suatu herba ubatan paling utama sejak zaman purba lagi.
Tidak hairanlah bahawa Kunyit tersenarai dalam sebuah kitab herba Assyria bertarikh kira-kira tahun 600 sebelum Masihi, di samping ada juga disebut oleh seorang tokoh masyhur dalam sejarah bernama Dioscorides. Kunyit memainkan peranan penting dalam system perubatan tradisional India iaitu Ayurveda dan juga sistem perubatan tradisional Cina, di samping menjadi suatu bahan dagangan utama yang dibawa dari Asia ke Barat sejak zaman terawal perdagangan antara benua menggunakan kapal layar melalui "laluan rempah" yang merentasi Lautan Hindi. Kunyit dan ramuan aktifnya, curcumin, telah terbukti memiliki sejulat luas tindakan penyembuh dalam kajian melibatkan haiwan mahupun kajian terhadap manusia tanpa mengakibatkan sebarang ketoksikan (keracunan). Kajian-kajian ini telah menunjukkan
bahawa Kunyit mempunyai sifat-sifat berikut: antipengoksida, antiradang, antiplatlet, mengurangkan kolesterol, antiketumbuhan, penyembuh luka, malah mungkin juga kesan anti-HIV.

1. Antipengoksida

Manakala mekanisme tepat bagi tindakan bahan-bahan yang terkandung dalam Kunyit masih diselidiki untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentangnya, diketahui bahawa gabungan khasiat antipengoksida kuatlah yang melindungi daripada kerosakan akibat radikal bebas, lalu dengan itu membuat Kunyit berguna dalam menentang pelbagai masalah yang mana radikal bebas memainkan peranan utama.

2.  Antiradang

Di India, Kunyit lazim digunakan untuk merawat atritis (sakit sendi) dan asma (lelah), bilamana penduduk kampung akan menelan serbuk Kunyit dengan sukatan sudu the ketika mengalami masalah. Hasil penyelidikan telah menunjukkan bahawa Kunyit meredakan radang melalui tindakan antihistamin berserta peningkatan dalam penghasilan kortison asli daripada kelenjar adrenal. Dalam dua kajian (double-blind) didapati bahawa Kunyit memiliki sifat antiradang yang mujarab pada pesakit yang menghidapi atritis reumatoid di samping berkesan untuk melegakan radang selepas pembedahan.

3. Pelindung Hati

Di Asia, Kunyit lazimnya digunakan untuk merawat masalah kurang pencernaan, jaundis (sakit kuning), serta masalah hati dan pepundi hempedu (gall bladder). Kajian telah menunjukkan bahawa curcumin mempunyai sifat-sifat melindung hati daripada sebilangan sebatian toksik. Kunyit juga menghasilkan kesan menggalakkan pengaliran hempedu. Manakala Kunyit berguna untuk mencegah penyakit pepundi hempedu, ia harus digunakan dengan lebih berhati-hati dalam merawat batu hempedu (gallstone). Kerosakan hati akibat keracunan makanan juga dapat dipulihkan. Dalam satu kajian rabun dua pihak (double-blind) di Thailand, Kunyit dikaji kesannya dalam melegakan kurang pencernaan dan angin. Bilangan mengagumkan iaitu sebanyak 87% daripada pesakit yang menerima rawatan Curcuma menunjukkan hasil positif terhadap rawatan, yang telah mendorong penghasilan beberapa ubatan paten untuk kurang pencernaan mengandungi curcumin terpiawai. Kunyit juga mengandungi beberapa sebatian asli yang bertindak sebagai bahan antiasid asli, dengan itu melindungi salutan perut daripada asid lebihan dan pembentukan ulser (borok).

4.  Anti-Arterosklerosis

Kunyit juga telah terbukti berupaya mengurangkan platlet (suatu bahan kandungan darah yang terlibat dalam pembekuan darah) daripada bergugus-gugus, lalu memperbaik peredaran darah dan membantu melindungi daripada arterosklerosis (pemegalan sendi). Beberapa kajian juga telah menunjukkan bahawa menelan pati Kunyit setiap hari mengurangkan paras lipoprotein ketumpatan rendah (LDL, atau kolesterol tidak bagus) dan meningkatkan lipoprotein ketumpatan tinggi HDL, atau kolesterol bagus) di kalangan subjek kajian yang sihat. Kesemua penyelidik merumus bahawa Kunyit berguna dalam pengurusan arterosklerosis dan penyakit kardiovaskular.

5. Meningkatkan Sistem Imun dan Antibarah

Berbilangan institut penyelidikan barah, termasuk Pusat Penyelidikan Barah Amala di India, telah mengesahkan bahawa curcumin meningkatkan secara ketara beberapa parameter aktiviti sistem imun dalam meningkatkan aktiviti melawan jangkitan dan antiketumbuhan. Para penyelidik juga telah memulakan beberapa kajian terhadap penggunaan curcumin untuk merawat jangkitan HIV, yang mana ia telah didapati memiliki sifat-sifat anti-HIV yang nyata dalam tabung uji. Ia juga didapati melindungi jangkitan seterusnya akibat keimunan yang terturun, misalnya jangkitan virus Epstein- Barr (EBV). Pelbagai kajian lain juga telah menunjukkan tindakan mencegah barah oleh curcumin dalam kes barah-barah berikut: kerviks, perut, duodenum, kolon, payu dara dan kulit, dengan peningkatan tambahan dalam kesan pembunuh barah oleh kaedah radioterapi dan kemoterapi.
Manakala Kunyit sebagai suatu rempah sememangnya berguna sebagai sebahagian daripada makanan biasa seseorang, sesetengah daripada bahan dalam kunyit tidak larut dalam air, dan sesetengah yang lain pula terlalu peka (sensitif) terhadap haba. Dos harian yang dianggap sesuai ialah 0.5 gram serbuk kering sehari. Manakala paras curcumin yang terdapat dalam kunyit kering biasanya antara 1.5 hingga 4%, untuk memperolehi hasil yang lebih baik pati kunyit terpiawai dijangka lebih mujarab. Ada baiknya jika diingati bahawa Kunyit jarang kali disediakan sebagai herba tunggal, tetapi lazimnya secara bergabung dengan herba lain
dalam rumusan herba.

6. Fitonutrien

Fasa seterusnya dalam penyelidikan herba kini mula melihat herba seumpama Kunyit sebagai “fitonutrien” (phytonutrients), iaitu zat tumbuhan yang menyediakan kita dengan perlindungan dan sokongan pemakanan yang penting. Zat herba ini tidak terdapat pada suplemen garam galian atau suplemen vitamin, tetapi lahir daripada tindak balas kimia yang rumit di antara bahan-bahan herba itu sendiri. Hanya penyelidikan selanjutnya sahaja yang bakal memberikan kita kefahaman tepat tentang sebanyak manakah manfaat kesihatan yang kita perolehi setiap kali kita menikmati kari atau gulai kegemaran kita.


PERTUMBUHAN VEGETATIF

Fase pertumbuhan vegetatifs mencakup pertumbuhan akar, batang, dan daun. Dalam fase ini tanaman memerlukan banyak cadangan makanan (karbohidat) yang akan dirombak menjadi energy untuk pertumbuhan. Pada fase pertumbuhan vegetative ini ada tiga aspek penting yang perlu dikeahui yaitu pembelahan sel (cell defision), pembelahan sel (cell enlargement) dan deferensiasi (penggandaan) (cell deferentation).
Apa bila tumbuhan ditanam dengan menggunakan bijinya, maka oertumbuhan vegetative diawali dari proses perkecambahan.

Biji- bijian


Apabila dikaitkan dnegan tujuan pemanfaatannya, biji mempunyai dua pengertian, yaitu biji dan benih. Biji dapat digunakan untuk bahan pangan, pakan hewan (ternak), atau bahan untuk ditanam selanjutnya. Sedangkan biji adalah biji terpilih yang hanya digunakan untuk penanaman selanjutnya dalam rangka untuk mengembangbiakan tanaman atau memproduksi biji baru.
Ukuran biji tanaman berfariasi terganting pada jenisnya selain itu jangka umur benih bervariasi antara satu minggu sampai jutaan tahun. Biji tanaman hortikultura ada yang mempunyai jangkauan umur benih berkisar antara 1 hingga 4 musim tanam, ata 3 hingga 12 bulan sehingga dalam penyimpanannya haruslah dilakukan dengan sebaik-baiknya agar viabilitas benih tetap tinggi.
Dalam kaitanya dengan kemampuan biji untuk tetap viable dalam penyimpanan, Roberts (1973) memberikan peristilahan biji ortodoks ( orthodox sceds) dan biji rekalsitran ( recalcitrant seds)
• Biji ortodoks, biji tanaman yang dapat disimpan lama dengan kadar air sedikit pada temperature rendah termasuk biji golongan ortodoks.
• Biji rekalsitran, biji yang tergolong rekalsitran tidak dapat disimpan lama dengan kadar air rendah (12-30 %) pada suhu rendah karena biji tersebut akan mengalami kemunduran viabilitasnya dengan cepat.
 Perkecambahan biji
Yang dimaksud dengan perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tanaman baru. Komponen biji adalah struktur lain didalam biji yang merupakan bagian kecambah seperti calon akar, calon daun/batang, dsb. Dalam hal ini terjadi dua jenis aktifitas yaitu aktifitas morfologi dan kimiawi . aktifitas morfologi yang ditandai dengan pemunculan organ-organ tanaman seperti akar, daun dan batang sedangkan aktifitas kimiawi diawali dengan aktifitas hormone dan enzim. Proses kimiawi berperan sebagai penyedia energy yang akan digunakan dalam proses morfologi.
Untuk dapat melakukan perkecambahan, biji membtuhkan air dalam jumlah minimum dalam tubuhnya atau yang disebut dengan “taraf kandungan air minimum”. Setiap jenis tanaman mempunyai standar minimum sendiri. Tipe perkecambahan biji tanaman ada dua macam yang berbeda terletak pada posisi keeping biji (kotiledon) pada permukaan tanah. Tipe pertama adalah epigeal (epygeal germination) dan hypogeal (hypogeal germination).

Factor-faktor Penentu Perkecambahan

Perkecambhan biji ditentukan oleh factor dalam dan factor luar. Yang meliputi Persediaan makanan dalam biji, Suplai hormone, suplai air, oksigen, temperature, sinar, dormansi biji

Pertumbuhan vegetative

Wujud tanaman golongan tingkat tinggi atau spermatopita terdiri atas batang dan akar. Batang merupakan organ tanaman diatas permukaan tanah. berbeda dengan batang, wujud akar lebih sederhana yaitu tampa asesori, hal inilah yang menjadi perbedaan akar dengan batang.

Sel Tanaman

Sel tanaman dibedakan menjadi sel hidup dan sel mati. Bentuk dan ukuran sel tanaman sangat bervariasi, ada yang bundar, lonjong, atau pipih. Cairan sel dari sel hidup dapat mengandung klorofil atau non klorofil.
Sel tanaman terdiri dari dinding sel yang terdiri atas dinding tengah, dinding sel primer dan dinding sel skunder.
Jaringan
Jaringan dapat dibagi menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Dengan jaringan meristem tanaman mampu tumbuh meninggi sehingga dengan demikian titik tolak pertumbuhan dan perkembangan terletak pada jaringan ini. Bentuk sel secara garis besar ada tiga, yaitu sel parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Masing-masing sel tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.

Tanaman dikotil dan monokotil

Bentuk pembuluh xylem dan floem pada tanaman monokotil dan dikotil memiliki perbedaan. Pembuluh pada tanaman monokotil berasal dari aktifitas meristem pada titik tumbuh (ujung batang), sedangkan pada dikotil berasal dari titik tumbuh (dari ujung batang) an dari cambium.
 Organ vegetative Tanaman
• Akar dan modifikasinya
Akar merupakan organ tanaman yang penting, yang memiliki fungsi yang cukup banyak, diantaranya fondasi batang, penghisap unsure hara, dll. Adakalanya telah mengalami perubahan funsi (modifikasi) menjadi tempat penyimpanan zat makanan produk fotosintesis. Akar dapat diklasifikasikan menjadi akar primer dan akar skunder, dan tersier.
• Batang dan Modigfikasinya
Batang merupakan sumbu tanaman yang berasal dari pertumbuhan epikotil dari embrio atau dari tunas tanaman yang dewasa.secara umum fungsi batang adalah sebagai penopang tumbuhnya daun, bunga, dan buah, tempat penyimpanan bahan makanan, air dan mineral. Batang tersusun atas jaringan yaitu epidermis, kortek, endodermis, perisikel. Dalam perkembangannya batang mengalami perubahan, sehingga berbeda dari wujud aslinya.
• Daun dan Modifikasinya
Daun merupakan organ fotosintesis tanaman. Produk fotosintesis. Pada dasarnya daun merupakan asesori batang yang bentuknya tipis,. Aturan posisi duduk daun pada batang disebut filotaksi (phylotaxy). Funsi daun sebagai penyelenggara proses fotosintesis adakalanya dapat beralih. Alih fungsi daun menjadi organ penyimpanan bahan makanan dapat dilihat pada daun berumbi.

Dinamika pertumbuhan Vegetatif

Pertumbuhan tanaman semenjak perkecambahan mempunyai dinamika atau pola tetap. Pengukuran nilai dari dinamika tumbuh tersebut didasarkan atas pengamatan berat kering bagian tanaman, baik akar, batang, daun maupun total tanaman. Secara umum pola tumbuh tanaman mengikuti kurva sigmoida.
Fase perkecambahan yang dilanjutkan dengan pertumbuhan akar, batang, dan daun berjalan lambat. Fase ini berlangsung 1 -2 minggu untuk tanaman semusim. Pada fase eksponensial meski berlangsung dalam waktu yang pendek namun menghasilkan berat kering yang menjadi meningkat drastic. Fase linier berlangsung paling lama; dalam fase ini kecepatan berat kering berlangsung konstan, pada masa ini juga terjadi pergeseran pertumbuhan vegetatif ke generative. Fase terakhir terjadi penurunan penambahan berat kering tanaman, daun-daun mulai menguning dan tanaman mencapai kemasakan fisiologis.

Para Petaniku


Petani pada dewasa ini telah mengalami peningkatan yang cukup tinggi, baik dalam hal pengolahan sampai pasca panen yang pada awalnya hanya secara tradisional telah berubah menjadi semi modern bahkan ada sebagain petani sekarang ini dalam mengolah lahannya sudah menggunakan teknologi modern.
Dari peningkatan itu, petani juga mempunyai banyak kendala dalam pengolahan lahan serta kurangnya pupuk yang di sediakan oleh para pemerintah dan hal ini seringkali mempengaruhi kegagalan panen.

Renungan Buat Kita Yang MauSukses



Kehidupan adalah perjuangan dalam meraih kesuksesan. Sukses dalam arti kemenangan yang menjadikan kita bangga akan diri sendiri dan kebanggaan orang lain yang mengerti akan apa yang telah kita perbuat. Namun kesuksesan itu tidak semudah membalikkan kepala ke kiri dan kenan karena banyaklah tantangan hidup yang setiap saat dating menghampiri kita. Tapi itu bukalanlah kedala dalam berkarya demi mendapatkan hal yang baru yang dpat kita nikmati akan hasil kita terima dari karya-karya yang telah kita perbuat dan yang lebih bangganya lagi jika orang lain sepaham atas karya telah kita buat. Sebagai mana yang di utarakan Mario Teguh Dalam karyanya “kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan” itulah menjadi pegangan dalam menjalani hidup tuk merai kesuksesan, jangan ada kata putus asa karena kesempatan itu masih banyak yang menanti kita kedepannya. Harapan-harapan hidup yang tertunda jadikanlah dia sebagai pendorong semangat tuk merainya kembali.
Sebagai manusia biasa kita tidaklah lepas akan arti ketidaksempurnaan yang seringkali menjadi inti dari kegagalan kita dalam berkarya. namum semua itu dpat menjadikan kita menyadari betapah rapuhnya kita, betapah kurangnya lmu kita, sehingga kita termotifasi akan kegagalan yang kita perbuat untuk menutupi kekurangan yang kita miliki. Jika semua itu dapat terpenuhi betapah bahagainya kita dalam menjalani hidup tampa ada kata penyesalan yang hanya mematahkan semangat kita untuk melangkah kedepan dalam menjalani hidup yang penuh dengan tantangan.
Arti semangat menurut apa yang telah kudalami adalah suatu tekat yang keras tampa ada rasa terpaksa dalam menjalankannya, sehingga segala pekerjaan yang kita kerjakan akan terasa ringan jika ada kata “semangat” dalam benak kita yang menjadi penyemangat, yang dibarengi dengan satu keyakinan “yakin Usaha sampai”.

Pandangan Tentang Pertanian




Pertanian Indonesia dewasa ini telah mengalami kemajuan, hal ini ditunjang oleh sember daya alam serta sember daya manusia yang semakin meningkat di Indonesia. Sehubungan dengan itu Pemerintah bnyak hal yang telah dilakukan demi terciptanya kemakmuran rakyat salah satunya adalah bidang pertanian, contonya adalah kajian-kajian tentang ilmu pertanian yang diharapkan dapat menyumbangkan ide-ide dalam meningkatkan minat masyarakat untuk bertani yang baik dan benar yang nantinya dapat meningkatkan produksi tanaman yang dibudidayakan. Salah satunya yang dilakukan di Fakultas Pertanian Unhalu, dengan menerapkan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa agronomi dalam menjalankan praktikum benar-benar mengedepankan kualitas mahasiswa dalam mempelajari permasalah-permasalahan yang ada masyarakat, diantaranya pemberian dosis pupuk, kesuburan tanah yang cocok untuk tanaman, pemberantasan hama dan penyakit, dll.
Untuk mencapai swasembada pangan diharapkan suatu trobosan baru dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi oleh para petani sekarang ini, baik segi tingkat kesuburan yang kurang, pemupukan, hama penyakit yang dapat menurunkan produksi Pangan para petani.